Thursday, April 16, 2015

Soto Daging Bening

Beberapa hari yang lalu ada yang minat ingin membeli Panci Presto Listrik alias Electric Pressure Cooker Hamada tapi masih bingung cara mengoperasikannya, jadi request demo… Dan, lokasinya mayan jauh boo… di Puri Kembangan xixi

Beberapa kali ke daerah Puri Kembangan sih, pertama kali saat kopdar KTM (Kelompok Tukang Makan), di rumah cik Suzie Sasmita, yang diprakarsai mbak Ine. Yang hadir gak banyak sih, cuma mbak Ine, Stella, cik Inge, Jeane dan aku… Aku pun nebeng Stella saat itu dan Stella ternyata menguasai daerah tersebut karena pernah tinggal di dekat-dekat situ.

Kedua kali saat latbar (latihan bareng) membuat jelly art, saat-saat awal maraknya jelly art, di rumah cik Inge. Kali itu aku naik angkot, gak ngerti jalan kalau naik motor. Oh iya, biasa deh aku gaya aja ikutan jelly art padahal mah gak jiwa seni sama sekali jadi gak bisa hikss alias jelekkkk hasilnya, mungkin punyaku yang paling jelek deh…

 So, saat ada calon customer yang memintaku untuk mendemokan si Electric Pressure Cooker Hamada di rumahnya (beliau tinggal di apartment), sebetulnya aku masih mikir-mikir, masalahnya gak ngerti jalan, plus terus terang untuk si EPC aku jarang pakai karena apa? listriknya gede boo xixi… di rumah (aku masih nebengdotcom soalnya) listriknya cuma 1300, bisa sih saat ngangkat pertama, tapi setelahnya kadang-kadang lancar tapi kadang byar pet juga, jadi bikin males gitu deh…. kalau keseringan yang ada alat elektronik pada rusak…

Oh iya, kepikiran bikin soto daging bening ini karena resepnya simple, tahu sendiri donk aku gak demen yang ribet-ribet dan juga untuk membuktikan kalau si Electric Pressure Cooker Hamada bisa mengempukkan daging.

Bila ada yang mau mencoba, ini ya resepnya, enak lho rasanya, resepnya siapa dulu donk hehe eh bukan resepku lho, aku nyontek dari blognya mbak Ine, aku demen banget dah nyobain resep-resepnya mbak Ine, sudah terbukti soalnya enak-enak xixi oh iya customerku itu (akhirnya dia beli, horeee…) juga bilang kalau Soto Daging Bening yang kudemokan rasanya enakkkk… oh iya, aku salah sebut, aku bilang Sop Daging Bening xixi (moga-moga doi gak baca yak hehe)




Soto Daging Bening

Bahan:
500 gr daging sengkel, direbus, potong2
2 liter kaldu, dari air perebus daging+air
3 lembar daun bawang, potong 2 cm
3 lembar daun salam
1 lembar sereh
2 potong lengkuas
Garam
merica

Pelengkap
250 gr taoge, diseduh air panas
Jeruk Nipis
Sambal rebus (cabe keriting+cabe rawit merah di rebus, di uleg halus bersama bawang putih dan garam)

Taburan:
Seledri
bawang merah goreng
bawang putih goreng

Bumbu halus:
6 butir bawang merah
4 siung bawang putih
2 cm jahe
1 sdm ketumbar

Directions:
1. tumis bumbu halus dan daun salam, lengkuas dan sereh hingga harum
2. masukkan daging yang sudah di potong2, aduk hingga bumbu merata, tuangkan campuran ini pada kaldu
3. tambahkan garam da merica, masak hingga daging empuk
4. masukkan irisan daun bawang

Penyajian:
Taruh taoge pada mangkuk, tuangkan soto daging di mangkuk, beri taburan.
Sajikan bersama sambal dan jeruk nipis

Tips
* Merebus daging agar menghasilkan kaldu yang enak, masukkan daging pada air yang sudah mendidih, rebus dengan api kecil, kira kira 30 menit, sambil di buang buih buih yang muncul di permukaan air perebusnya.
Daging telah matang, tetapi belum empuk.

* Jika menggunakan panci presto, tetap didihkan air terlebih dulu, masukkan daging, tutup panci dan hitung selama 3 menit dari waktu mendesis. Matikan api, tunggu hingga tekanan dalam panci berkurang, buang buih2 yang mengapung di permukaan air perebus. Daging telah matang, tetapi belum empuk.

* Setelah dibumbui, daging bisa di presto lagi, selama 10-15 menit dari waktu mendesis. Soto kilat siap di sajikan

Wednesday, April 1, 2015

Wisata Kuliner ke Pabrik Bakpia Pathok 25 | Yogya Trip

Salah satu buah tangan favorit yang biasa dibawa dari Yogya adalah Bakpia Pathok, karena rasanya enak sehingga banyak orang menyukainya. Kali ini aku sempatkan untuk melongok ke pabrik Bakpia Pathok, melihat bagaimana bakpia ini dibuat, walaupun hanya sempat foto-foto doank xixi gak apa-apa ya paling tidak bisa melihat keriuhan para pekerjanya, outletnya yang selalu dipenuhi pengunjung, dll.

Aku termasuk penyuka berat kacang hijau, dibuat apapun aku suka, ya bubur kacang hijau, kue kuk kacang hijau, roti goreng isi kacang hijau, ganastori, apalagi bakpia kacang hijau, itu aku banget dah hehe














Waktu aku ke sana hari biasa dan sempat hujan pula tapi pengunjung yang datang ke outlet bakpia pathok lumayan banyak ya...






Ini stock tepung terigu di gudang penyimpanan, wow banyak banget... kabarnya para pekerja bekerja secara shift hingga malam, kebayang ya berapa banyak produksi bakpia pathok dalam sehari. Sayang gak sempat tanya-tanya, udah asyik memilih oleh-oleh buat orang rumah xixi






Ini tampak depan pintu masuk Bakpia Pathok 25, oh iya, menurut Anis, yang enak itu yang 25 dan kebetulan dekat pula dari rumahnya, ya sudah aku sih menurut saja karena aku jarang makan yang 75 ataupun 25, dah lupa lagi rasanya hehe